ASPEK TEKNIS UPAYA PELESTARIAN SATWA PENYU

Published By: Hari Palguna Sel, Apr 30th, 2013

GoaCemara2Pada kesempatan tahun lalu Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemerintah Kabupaten Bantul memberikan kesempatan kepada saya untuk berbicara “Upaya konservasi jenis penyu di Pantai di Daerah Istimewa Yogyakarta” di depan para pelestari penyu di pantai Bantul. Di Kesempatan tahun ini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemerintah Kabupaten Bantul memberikan kesempatan kembali kepada saya berbicara tentang “Aspek Teknis Upaya Pelestarian Satwa Penyu” pada acara Pelatihan Pengelolaan Konservasi Penyu, di WM Seafood Mbak Nunik Pantai Depok kepada komunitas yang sama.

Berbicara tentang aspek teknis upaya pelestarian satwa penyu amatlah luas, namun tidaklah bijak di dalam forum seperti ini dibicarakan semuanya, tentu lebih hikmat jika pencermatan lebih pada aspek teknis tertentu, hal ini untuk lebih memudahkan  implementasi di lapangan. Beberapa aspek teknis tersebut yaitu antara lain: aspek habitat, pemantauan penyu bertelur, penetasan dan perawatan tukik, pelepasan tukik ke dalam laut, teknis monitoring, penyelamatan penyu di daerah migrasi, tagging, dan pengelolaan wisata.

Lebih baik diadakan pencermatan satu persatu aspek teknis tersebut di atas yaitu adalah sebagai berikut:

  1. greenturtle copyTeknis Pembinaan Habitat, habitat penyu meliputi laut yang dimanfaatkan penyu sebagai tempat untuk tumbuh, mendapatkan sumber pakan dan melakukan perkawinan. Pantai berpasir sebagai tempat meletakkan telur oleh induk betina dan telur dalam inkubasi sehingga menetas. Habitat penyu seperti ini harus dijaga secara berkesinambungan, dapat dihindarkan dari pencemaran limbah cair dan padat, kebisingan, kegaduhan oleh hiruk pikuk aktivitas manusia.
  2. Teknis Pemantauan Penyu Bertelur, di pantai tempat pendaratan induk penyu betina perlu dilakukan pemantauan secara terus menerus, lokasi ini dibebaskan dari keramaian dan lampu yang terang. Setiap induk penyu betina yang mendarat perlu dilakukan pengamatan sampai penyu tersebut selesai bertelur, diadakan pencatatan seperlunya, tempat telur diberi penanda sehingga dapat dilakukan pengamanan sampai telur-telur yang berada di dalam pasir menetas, penetasan ini dikenal sebagai  penetasan secara alami. Atau telut-telur dapat dipindahkan ke tempat lain yakni di tempat penetasan telur penyu yang secara semi-alami.
  3. penyu bertelurTeknis Penetasan dan Perawatan Tukik, telur-telur penyu yang telah ditinggalkan induknya ke dalam laut dipindahkan secara hati-hati  ke tempat penetasan semi-alami. Di dalam penetasan semi-alami telur-telur penyu akan menetas setelah waktu 45-60 hari. Tukik yang menetas dapat langsung dilepas ke dalam laut, atau dipelihara di tempat perawatan tukik. Di dalam perawatan tukik membutuhkan air yang mempunyai suhu 250C, diberi pakan setelah 2 hari dari waktu menetas, pakan diberikan cacahan ikan rucah, ebi kering dan selada atau kol yang dicacah.
  4. pelepasan tukikTeknis Pelepasan Tukik, sebaiknya tukik dilepas ke dalam laut pada waktu malam hari yaitu antara pukul 19.00-05.30 hal ini untuk menghindarkan tukik dari predator.
  5. Teknis Monitoring, hal ini perlu dilakukan untuk meyakinkan bahwa usaha pelestarian penyu telah berhasil. Monitoring dapat dilakukan terhadap telur dan sarang telur,  monitoring terhadap tukik, dan monitoring terhadap induk penyu betina yang bertelur.
  6. Teknis Penyelamatan Penyu di Daerah Migrasi, ini dapat dilakukan dengan cara identivikasi daerah jalur migrasi penyu, aktivitas penyu, dan tentu melibatkan masyarakat yang luas. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan kegiatan patroli di daerah tumbuh, mencari pakan, kawin, dan bertelur.
  7. chipTeknis Tegging, penandaan terhadap penyu hanya dapat dilakukan terhadap penyu yang telah berkuran besar yaitu dengan cara pemasangan metal tag dan penanaman chip secara subcutan.
  8. Teknis Pengelolaan Wisata, diperlukan sarana dan prasarana seperti jalan yang baik menuju lokasi, base camp, laboratorium, ruang pendidikan dan penelitian.
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 2.5/5 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
ASPEK TEKNIS UPAYA PELESTARIAN SATWA PENYU, 2.5 out of 5 based on 2 ratings
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
berbagi dengan temanShare on FacebookTweet about this on Twitter

Leave a GuestBook


Note : Please do not make spam. Thank You For Giving Opinions