LONGTAIL CAT

kucing-emas4

Di belakang meja kerja ini aku menatap ke balik kaca jendela terlihat, seperti dua puluh enam tahun lalu saat aku masuk kerja pertama kali Waktu cepat berlalu, hampir tidak ada yang berubah, juga harapanku namun langkah semakin berat untuk sekedar mengikuti Seandainya aku boleh memulai kembali tak ingin duduk di ruang ini, namun berlari di hutan yang More...

Tragedi
By Hari Palguna On Kamis, April 2nd, 2015
0 Comments

TRAGEDI-TRAGEDI

Langit meleleh oleh kebencian, tanah membara. Marahmu membuncah menumpahkan darah, membadai. Hati siapa yang masih tersisa? Saat aku pulang, di desa mawar tak lagi berbunga, kunang-kunang mematahkan sayapnya Kenangan More...

Meranti
By Hari Palguna On Senin, Desember 1st, 2014
0 Comments

PUISI: SELAT PANJANG RIAU

SELAT PANJANG RIAU Selat Panjang membentang sepanjang ingatan Pulau Sumatera dan kepulauan Meranti. Orang-orang dalam perjalanan siang Jangan bertanya siapa pergi siapa pulang, dalam kapal melaju bersama deru, More...

LaunchingAnt
By Hari Palguna On Senin, September 8th, 2014
0 Comments

LAUNCHING BUKU ANTOLOGI PUISI ‘PARANGTRITIS’- 55 Penyair Membaca Bantul

BANTUL, Lintangluku -Satu antologi puisi yang ditulis 55 penyair dan diberi judul “Parangtritis” diluncurkan bersama Bupati Bantul Hj Sri Surya Widati, pada Sabtu 6 September 2014, di Pendapa Parasamya, More...

Gardu Pandang Kecil
By Hari Palguna On Senin, Juli 7th, 2014
0 Comments

SAND DUNE

SAND DUN   enam belas tahun lalu kamu bagai Pembayun, melenggok, menghentak diiringi rampak gendang menyihir sejarah mataram kini di hamparan pantai selatan matahari, angin tenggara yang menyentuh bukit kars tak More...