GUA ASU-LANDAK DI PANTAI SUNDAK

Published By: Hari Palguna Rab, Des 7th, 2011

Mulut gua yang menhadap ke arah selatan, ke arah lokasi wisata pantai, di bawah tebing yang tingginya lebih dari 12 m, yang jaraknya kurang dari 100 m dari pasang surut teringgi air laut di pantai Sundak dikenal sebagai gua Sundak (Asu-Landak). Mulut gua dari tebing baruan kars, yang berlumut dan ditumbuhi berbagai jenis tanaman, serta pohon yang berbuah  dalam tandan, kecil-kecil jika masak berwarna merah cerah, tampak indah. Gua Sundak dapat di masuki orang dewasa, terdapat jalan setapak, menurun  dengan trap, kemiringan 30 derajat. Di ujung gua, kira-kira 10 m dari mulut gua tampak genangan air yang tidak begitu jelas, karena dalam gua dalam keadaan gelap.

Menurut ceritera Ngatno, mantan lurah desa Kemadang, tetangga pantai Sundak, desa Sidoharjo, kecamatan Tepus. Sebelumnya pantai Sundak itu bernama pantai Wedibedah, namun kemudian berganti nama menjadi pantai Sundak, awal ceritanya bahwa masyarakat  desa Sidoharjo pada tahun 1970-an pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani tadah hujan dan berburu. Arjasangku biasanya berburu dengan bantuan anjing dalam bahasa jawa “Asu” untuk pemburu, saat seekor landak buruan memasuki suatu lubang dibawah tebing batu dan anjing mengejarnya hingga juga ikut memasuki lubang. Arjasangku khawatir  keselamatan anjingnya, namun beberapa waktu kemudian betapa terkejutnya ia saat melihat anjingnya keluar dan seluruh tubuhnya basah oleh air. Pada waktu itu masyarakat desa Sidoharjo yang bertempat tinggal di pantai Wedibedah sangat sulit mendapatkan air tawar. Oleh peristiwa itu, maka masyarakat Wedibelah melakukan mencarian arah adanya air di dalam lubang dengan cara memperlebar mulut lubang dan ternyata ditemukan gua yang pada bagian ujungnya terdapat sumber air tawar. Karena sumber air tawar tersebut mampu mencukupi kebutuhan masyarakat pantai Wedibedah, maka masyarakat menyebut gua tersebut dengan nama Sundak,  yang merupakan kepedekan dari kata (A)Su-La (ndak). Lambat laut nama Sundak lebih populer dari Wedibedah, kemudian nama pantai Wedihbedah juga tergeser menjadi pantai Sundak.

Pantai Sundak merupakan pasir putih yang terhampar, datar yang luasnya tidak lebih 20 ha, dengan dibagian timur, baratdan latar belakang perbukitan batu kars, tampak hijau jika musim penghujan dan gersang saat musim kemarau. Pantai ini kelihatan terencana dengan baik untuk berwisata, taman parkir terpisah, berada di bagian yang jauh dari bibir pantai dan dilengkapi masjid. Areal wisata pantai warung-warung tertata apik di bagian timur dan di bagian barat, di bagian utara sebagai latar belakang bukit kars yang di bawahnya gua Sundak dan di bagian lain terdapat panggung hiburan, membentuk huruf “U” dengan mulut menghadap ke laut lepas. Beberapa tanaman sebagai peneduh, di bawahnya terdapat tempat duduk. Saat air pasang tertinggi, ombak akan menyentuh pasir putih yang terhampar luas. Namun saat air laut surut terendah akan menampakkan dataran algae yang amat luas di bawah pasir putih, berwarna hijau dan bagian lain berwarna coklat.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
berbagi dengan temanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Leave a GuestBook


Note : Please do not make spam. Thank You For Giving Opinions