KONSORSIUM MITRA BAHARI RC DIY SELENGGARAKAN WORKSHOP BIOPROSPEKSI KELAUTAN UNTUK SISWA DAN GURU SMA/SMK

Published By: Hari Palguna Jum, Sep 30th, 2016

kmb-driniPembangunan bidang perikanan dan kelautan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin perlu untuk ditingkatkan, mengingat sumberdaya alam utama yang dapat dikembangkan dan potensial untuk mendukung dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) propinsi DIY berasal dari kawasan pesisir dan lautnya. Propinsi ini memiliki pantai sepanjang + 130 km yang terbentang dari sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri, propinsi img_3025Jawa Tengah dan di sebalah Barat berbatasan dengan Kabupaten Purworejo, propinsi Jawa Tengah. Namun demikian, penggunaan dan eksplorasi sumberdaya bahari secara tidak berkelanjutan justru akan menyebabkan kerusakan serta hilangnya sumberdaya tersebut. Penggunaan dan pemanfaatan secara lestari dan berkelanjutan jelas merupakan suatu tuntutan yang img_3021wajar, mengingat bahwa sumberdaya tersebut seyogyanya juga dapat dinikmati oleh generasi penerus, khususnya mereka yang saat ini duduk di bangku sekolah.

Pepatah mengatakan “tak kenal, maka tak sayang”,  oleh karena itu sejak dini para siswa sekolah, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) perlu untuk diperkenalkan dengan kekayaan sumberdaya bahari yang dimiliki propinsi DIY. Berbagai cara dapat ditempuh untuk memperkenalkan serta memberikan pemahaman kepada para siswa tersebut. Bahkan, bila memungkinkan, pengenalan dan pemahaman pendayagunaan sumberdaya bahari di Propinsi DIY dapat dimasukkan ke dalam kurikulum lokal dalam bentuk muatan lokal (mulok) di setiap sekolah di Propinsi DIY. Peran para guru dalam memperkenalkan tentang laut dan seluk-beluknya kepada para anak didik juga sangat menentukan. Guru selalu menjadi kunci penting bagi proses perubahan, perubahan pola pikir (paradigma) yang semula lebih banyak diarahkan ke darat harus mulai beralih menuju ke laut. Terlebih lagi sejak diterbitkannya Keputusan Presiden yang menegaskan bahwa Propinsi Yogyakarta merupakan Daerah Istimewa. Sri Sultan Hamengku Buwana X juga telah menegaskan arah pembangunan DIY dengan slogan ”among tani dagang layar”.  Maka tak pelak lagi, guru di kawasan DIY dituntut untuk memahami ”semangat kebaharian” yang diemban oleh segenap warga masyarakat DIY.  Diharapkan dengan melibatkan para siswa sejak dini beserta para gurunya, maka siswi/a dan guru sekolah dapat mengetahui dan akhirnya juga dapat turut berperan serta secara aktif, dalam hal: menjaga kelestarian sumberdaya kelautan, menjaga penggunaan secara berkelanjutan dan lestari, meningkatkan nilai tambah sumberdaya tersebut dengan memanfaatkan teknologi tertentu, dan seterusnya. Jadi, program pengenalan dan peningkatan pengetahuan serta pemahaman tentang sumberdaya kelautan yang dimiliki propinsi DIY merupakan sebuah modal dasar yang amat penting untuk ditanamkan sejak dini. Oleh karena itu Konsorsium Mitra Bahari RC DIY bekerjasama dengan Fakultas Bioteknologi UKDW,  Fakultas Teknobiologi UAJY, Departemen Perikanan UGM, Akademi Kemaritiman Yogyakarta, Akademi Perikanan Yogyakarta  dan Djarum Bakti Pendidikan menyelenggarakan workshop Bioprospeksi Kelautan dengan tujuan untuk meningkatkan pengenalan, pemahaman, dan kesadaran para siswa dan guru akan kekayaan sumberdaya kelautan yang terdapat di propinsi DIY, menggali dan menumbuhkembangkan rasa cinta para siswa dan guru akan keragaman sumberdaya kelautan yang mengarah pada upaya penggunaan dan eksplorasi sumberdaya tersebut secara lestari, serta meningkatkan kerjasama secara integral-terpadu, antara pihak sekolah dengan perguruan tinggi, dan antara masyarakat dengan pemerintah daerah (dinas terkait) dalam rangka mengembangkan jiwa kebaharian pada para siswa dan guru. Workshop diselenggarakan selama 2 hari dimulai tanggal 24 september 2016 yang akan diisi dengan pemaparan Bioprospeksi Keluatan, Proposal Penelitian, Penyusunan Buku Ajar dan Kewirausahaan Berbasis Sumberdaya Laut (SDL). Selanjutnya pada hari ke2 akan dilakukan observasi lapang ke pantai Drini dan Sundak untuk melihat langsung potensi SDA Laut. Workshop diikuti oleh 45 peserta yang berasal dari 15 sekolah yang berasal dari lingkup DIY seperti SMA Taruna Nusantara, SMA N 7, SMA N 6, SMA N 2 Wonosari, SMA Bopkri I, SMA Stella Duce, SMA Budya Wacana, SMA Budi Mulia, SMA N 1 Sleman. Setiap sekolah mengirimkan 1 tim tang terdiri dari 1 guru dan 2 siswa. Diharapkan dari workshop ini dapat ditindaklanjuti dengan penelitian yang dilakukan oleh siswa dan guru serta seminar hasil-hasil penelitian. (Djoko Rahardjo).

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
berbagi dengan temanShare on FacebookTweet about this on Twitter

Leave a GuestBook


Note : Please do not make spam. Thank You For Giving Opinions