KUNCI SUKSES USAHA BUDIDAYA KEPITING BAKAU

Published By: Hari Palguna Kam, Mar 14th, 2013

Sebagai petani yang melakukan budidaya kepiting bakau tentu saja menginginkan keuntungan, hal ini dapat dicapai jika petani berpikir dan melakukan budidaya kepiting bakau tersebut sebagai yang diusahakan. Karena petani pembaca website selalu menghendaki tulisan yang ringkas, sistematik, dan tepat sasar maka tulisan ini diberi judul:  Kunci Sukses Usaha Budidaya Kepiting Bakau

Beberapa prinsip yang perlu diketahui dan dikerjakan yaitu antara lain:

Biologi Kepiting Bakau

  1. Reproduksi dilakukan di perairan laut, telur setelah dibuahi ditempelkan di bagian perut, di balik karapag yang berumbai-umbai, dierami selama 10-12 hari, larva kepiting bakau berkembang dari stadia zoea 1-5 selama 18-20 hari, megalopa selama 5-7 hari dan mencapi stadia crablet yang mengalami moulting pada setiap 4-7 hari hingga menjadi bibit berukuran rata-rata 30-50 g/ekor  (panjang 2-5 cm) yang dicapai selama 50-70 hari.
  2. Kualitas air yang dibutuhkan untuk hidup dan dapat tumbuh secara baik yaitu: kadar garam 10-25 ppt, suhu 28-330C, pH 7,5-8,5 dan DO lebih dari 5 ppm.
  3. Perilaku kepiting bakau bersifat kanibal, kepiting yang tidak sedang moulting sering dijumpai memakan kepiting yang sedang moulting.
  4. Pakan untuk kepiting bakau yaitu dari berbagai jenis binatang seperti ikan rucah, amphibia, reptilia, jeroan dari limbah pemotongan ayam, juga suka diberi pakan udang yang berupa pelet kering, kelas grower. Pakan larva berupa phytoplankton (Chaetoceros sp, dan Tetraselmis sp) dan zooplankton (Brachionus sp dan Artemia sp)

Cara Budidaya Kepiting Bakau

Ada 4 cara dilakukan berdasarkan tujuan produksi yaitu:

  1. Pembesaran dari bibit ukuran 30-50 g/ekor menjadi ukuran konsumsi 200-300 g/ekor
  2. Penggemukan dari kepiting bakau dari ukuran 100-150 g/ekor menjadi ukuran konsumsi 200-300 g/ekor
  3. Produksi kepiting bakau-soka, bercangkang lunak. Masa pemeliharaan biasanya 3-4 minggu.
  4. Produksi kepiting bakau-bertelur, kepiting bakau betina ukuran 200 g/ekor  atau lebih yang penuh telur diperoleh dengan cara ablasi mata. Masa pemeliharaan 1 bulan dan 1-2 minggu setelah ablasi mata dilakukan.
Keramba sistem bebas (Dok.PK)

Keramba sistem bebas (Dok.PK)

Teknik Budidaya Kepiting Bakau

  1. Pembesaran dari bibit ukuran 30-50 g/ekor menjadi ukuran konsumsi 200-300 g/ekor. Dilakukan  dengan berbagai macam cara sesuai situasi dan potensi lokasi budidaya kepiting bakau. Prinsip yang harus dilakukan yaitu kepiting bakau tidak boleh lepas, maka perlu kurungan atau sekeliling tanggul tempat pemeliharaan pagar dari bambu yang cukup rapat. Dihindari dari kemungkinan besar terjadi kanibalisme. Disarankan memakai sistem baterei, dengan padat tebar 40 ekor/m2. Jika dilakukan sistem tambak disarankan padat tebar 2 ekor/m2. Lama pemeliharaan 3 bulan.
  2. Penggemukan dari kepiting bakau dari ukuran 100-150 g/ekor menjadi ukuran konsumsi 200-300 g/ekor. Disarankan dipelihara dengan sistem baterei, padat tebar40 ekor/m2. Lama pemeliharaan 3-4 minggu.
  3. Keramba sistem baterei (Dok. PW)

    Keramba sistem baterei (Dok. PW)

    Produksi kepiting bakau-soka, bercangkang lunak. Masa pemeliharaan biasanya 3-4 minggu. Kepiting bakau yang dipelihara berukuran 150-200 g/ekor dan lama pemeliharaan 2-3 minggu. Pergantian kulit ini secara alami dirangsang oleh alam yaitu saat air pasang tertinggi, kemelimpahan pakan. Disarankan memakai sistem baterei, dengan padat tebar 40 ekor/m2. Cara ini dilakukan untuk mencapai kelulus hidupan sampai 100%.

  4. Produksi kepiting bakau-bertelur, kepiting bakau betina ukuran 200 g/ekor  atau lebih yang penuh telur diperoleh dengan cara ablasi mata. Masa pemeliharaan 1 bulan dan 1-2 minggu setelah ablasi mata dilakukan. Disarankan memakai sistem baterei, dengan padat tebar 40 ekor/m2. Jenis pakan harus kaya akan protein dengan jumlah yang cukup, dari bebrbagai jenis ikan rucah, cumi-cumi dan kerang.

Pemberian Pakan

  • Kepiting bakau diberi pakan berbagai jenis pakan dari cumi-cumi, kerang, ikan rucah, amphibia, reptilia, jeroan ayam, atau pelet kering, pakan udang untuk kelas grower. Pakan diberikan 2 kali sehari, dosis 2-3 % dari biomas kepiting bakau.

Penanggulangan Penyakit

  • Penyakit kepiting bakau dapat dicegah dengan cara menjaga agar kualitas air tetap pada kondisi baik, hindarkan  lingkungan menjadi kotor dan pemakaian antibiotik yang cenderung mengendap di dasar tambak.

Cara Pemanenan

  • Kepiting diikat (Dok, berita daerah)

    Kepiting diikat (Dok, berita daerah)

    Pada sistem pemeliharaan di tambah dengan pagar bambu, pemanenan dilakukan dengan cara membuang air tambah sampai kedalaman 30 cm lalu kepiting ditangkap dengan alat tongkat bambu yang dibuat seperti ajir. Cara ini kurang dianjurkan karena sering menyebabkan capitnya lepas dan harga kepiting bakau akan anjlok. Cara yang dianjurkan yaitu membuang air tambak sampai habis, dan kepiting akan lebih mudah ditangkap dengan seser dari bahan bambu. Mengikat kaki kepinting bakau secara benar, hal ini dapat menghindarkan capit kepiting bakau lepas dan cara ini dilakukan untuk memudahkan mengangkutnya.

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 3.3/5 (4 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +2 (from 4 votes)
KUNCI SUKSES USAHA BUDIDAYA KEPITING BAKAU, 3.3 out of 5 based on 4 ratings
berbagi dengan temanShare on FacebookTweet about this on Twitter
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. pramahdiansyah mengatakan:

    nice web

    thank’s a lot to Mr. Hari Palguna for brilliant presentation at Balai Desa Tirtohargo, March 14th 2013

    pram
    DKP Bantul

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a GuestBook


Note : Please do not make spam. Thank You For Giving Opinions