MEMASUKI “MANGSA” KE-TIGA

Published By: Hari Palguna Sab, Agu 25th, 2012

“Mangsa” merupakan bagian dari istilah “Pranata Mangsa” adalah ungkapan dalam bahasa Jawa yang dapat diartikan musim dalam istilah bahasa Indonesia. Musim di daerah tropik dikenal ada dua macam yaitu musim penghujan dan musim kemarau, sedangkan di daerah sub-tropika dikenal ada tiga musim yaitu musim dingin, musim panas, dan musim gugur. Orang Jawa mengenali musim dengan sebutan “Pranata Mangsa” yang dalam satu tahun, dalam siklus matahari 365-366 hari dikenal pembagian menjadi 12 mangsa yaitu mangsa ke-satu sampai mangsa ke-dua belas.

Secara berurutan “Pranata Mangsa” disebutkan adalah: Mangsa ke-satu (kasa/kartika), mangsa ke-dua (karo/Pusa), mangsa ke-tiga (katelu/manggasri), mangsa ke-empat (kapat/sitra). mangsa ke-lima (kalima/manggakala), mangsa ke-enam (kanam/naya), mangsa ke-tujuh (kapitu/palguna), mangsa ke-delapan (kawoli/wisaka), mangsa ke-sembilan (kasanga/jita), mangsa ke-sepuluh (kasepuluh/srawaru), mangsa ke-sebelas (desta/padrawana), dan mangsa ke-duabelas (sada/asuji).

Mangsa ke-tiga (katelu/manggasri), berumur 24 hari (25 Agustus – 17 September) Angin timur bertiup kencang, sedang angin yang bergerak ke arah selatan dengan kecepatan sedang. Air laut dingin dan keruh, serta burung-burung pemakan ikan berterbangan di atasnya. Di darat suhu udara pada siang hari panas, namun pada malam harinya amat dingin. Terlihat tunas jenis tanaman merambat mulai tumbuh, rumpun bambu memulai merebung,  petani mulai panen tanaman palawija, dan hasil tangkapan nelayan kebanyakan dari jenis Tuna Madidihang, Cakalang, Tongkol, Kuwe, Tenggiri, Pari, Beloso, Cucut, Marlin, Teri, Tigawaja, Manyung, Udang, Laura dan Layur.

Tanda-tanda alam yang menunjukkan akan memasuki mangsa ke-tiga (katelu/manggasri) telah dapat dirasakan sekarang ini, beberapa tanda yang mencolok yakni suhu udara amat panas,  namun pada malam hari suhu udara dingin, di Yogyakarta dan Klaten sampai 18 oC.  Berdasarkan ramalan cuaca oleh Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meramalkan musim kemarau tahun ini lebih lama, musim penghujan akan mundur sampai satu bulan. Kalau ramalan BMKG tersebut menjadi kenyataan maka mangsa ke-empat (kapat/sitra) dapat terjadi dalam waktu yang lebih pendek, dan berarti musim tanam padi akan mundur.

Mangsa ke-tiga (katelu/manggasri), bagi berbagai jenis makluk hidup, tumbuhan dan binatang menghadapi tantangan alam, kondisi buruk, perubahan cuaca yang mencolok antara siang dan malam sehingga banyak terjadi kematian. Diakhir mangsa ini berbagai jenis makluk hidup akan mempersiapkan reproduksi sebagai upaya memulihkan jumlah populasi setelah berkurang akibat kematian yang terjadi pada awal mangsa ketiga ini. Berbagai biji dan ubi dari berbagai jenis tumbuhan mulai tumbuh, burung-burung mulai membuat sarang, binatang mamalia melakukan perkawinan. Budaya Jawa melakukan hajat perkawinan, meningkahkan anaknya juga pada waktu ini, diharapkan akan mejadi anak yang turut kepada orang tua dan segera menghasilkan keturunan seperti halnya tumbuhnya tunas dari biji dan ubi-ubian.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
berbagi dengan temanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Leave a GuestBook


Note : Please do not make spam. Thank You For Giving Opinions