MUDIK LEBARAN MERUPAKAN FENOMENA JENIS MAKLUK HIDUP DALAM MEMPERTAHANKAN HIDUPNYA

Published By: Hari Palguna Kam, Agu 16th, 2012

APA ITU MUDIK LEBARAN

Mudik lebaran merupakan siklus tahunan, setiap tahun orang Indonesia seperti digerakkan kekuatan yang maha besar, bergerak menuju inti asal mereka yakni keluarga. Berbagai alasan yang ada di dalam alam pikir mereka, namun ada alasan yang pasti yang mendorong mereka mudik yakni  untuk dapat berkumpul keluarga, bersenang-senang dan saling mema’afkan. Pergerakan orang secara masal ini dimulai beberapa minggu sebelum puasa usai hingga beberapa minggu seletah hari raya Idhul Fitri.

MUDIK LEBARAN MIRIP FENOMENA ALAM

Pergerakan masal kelompok makluk hidup sejenis bukan hanya dialami manusia (Homo sapiens), tetapi juga dilakukan jenis makluk hidup lainnya seperti burung Pelikan (Pelecanus conspicillatus) yang bergerak dari Benua Australia menuju India di Benua Asia dan sebaliknya, Wildebeest (Connochaetes taurinus ) yang bergerak dari daerah kering menuju daerah yang hijau, menyeberangi sungai Mara di Padang rumput Mausai, di Serengeti, Kenya-Tanzania di Benua Afrika, dan masih banyak lagi jenis binatang yang melakukan aktivitas seperti ini. Pergerakan jenis makluk hidup secara masal ini bukannya tidak menghadapi resiko, resikonya amat besar yakni kematian. Toh tidak ada satu orang pun yang mampu menghentikan fenomena alam  tersebut. Pergerakan orang mudik diwaktu lebaran tentu penuh tekat mirip burung Pelikan, mirip mamalia Wildebeest pada setiap siklus tahunan, pada peristiwa itu terjadi banyak kematian oleh berbagai sebab. Coba kita ingat mudik lebaran tahun ini, pada H-3 lebaran 1433 H, sekurangnya sudah 385 orang meninggal akibat kecelakaan, tidak termasuk kematian oleh sebab lainnya, jumlah itu lebih sedkit dari mudik lebaran pad H-3 tahun sebelumnya..

MUDIK LEBARAN MENUJU KESEMPURNAAN HIDUP

Mari kita lihat burung Pelikan, mamalia Wildebeest yang merupakan jenis binatang hidup dalam kelompok besar, mereka telah menjadi sempurna di dalam menghadapi perubahan-perubahan alam, mempertahankan jumlah populasi, menghindari kepunahan meskipun mereka tidak pernah dapat menghindari bahwa sebagian dari anggota jenisnya mengalami kematian pada setiap siklus migrasi kehidupannya. Orang Indonesia melakukan mudik lebaran, orang dari bangsa-bangsa lain juga melakukan seperti ini, meskipun namanya berbeda. Mudik lebaran adalah suatu proses menuju kesempurnaan hidup, setelah bersusah payah, menempuh banyak rintangan dan kemudian dapat berkumpul keluarga, bersenang-senang, saling mema’afkan. Disinilah terjadi proses yang luar biasa, secara rochani, pikiran menjadi segar kembali, segala beban sepertinya luruh, yang tentu akan berimbas kepada kesehatan jasmani sehingga sanggup menghadapi pekerjaan, tantangan satu tahun ke depan.Peristiwa serupa akan terjadi, manusia bergerak menuju satu titik dan akan berkumpul di rumah Allah SWT yakni pada hari besar haji 1443 H. Peristima tersebut juga mempunyai tujuan kesempurnaan hidup yakni memenuhi rukun Islam terakhir dari empat lainnya.

MUDIK LEBARAN BERFUNGSI SEBAGAI KETAHANAN HIDUP MANUSIA

Kalau kita lihat dampak sosial, ekonomi yang ditimbulkan oleh mudik lebaran, maka telah terjadi pergerakan, bukan hanya pergerakan orang, akan tetapi juga terjadi pergerakan uang yang luar biasa besar. Pergerakan  uang dari kota-kota besar menuju daerah. Pergerakan uang dari  penguasaan 70 % di kota-kota besar, khususnya ibukota negara, Jakarta. Pada peristiwa mudik lebaran uang bergerak menuju keseimbangan, ke daerah-daerah hingga ke pelosok desa, dari orang kaya ke orang miskin. Pada peristiwa itu uang ber-trilyun rupiah dari kota-kota besar bergerak masuk ke daerah-daerah, dari orang-orang kaya ke orang-orang miskin mengalami peningkatan sampai 500% dari awal bulan Ramadhan. Peristiwa luar biasa mudik lebaran tersebut tentu berdampak menggerakkan, mengembangkan perekonomian daerah hingga ke pelosok desa, juga pergerakan, pengembangan ekonomi orang miskin. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa mudik lebaran juga merupakan proses menuju kesempurnaan kelompok jenis manusia untuk dapat menhindari dari kepunahan

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
berbagi dengan temanShare on FacebookTweet about this on Twitter

Leave a GuestBook


Note : Please do not make spam. Thank You For Giving Opinions