PERANAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

Published By: Hari Palguna Sen, Nov 12th, 2012

PERANAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN *)

Oleh: Hari Palguna

*)Disampaikan pada acara sarasehan peringatan Hari Nusantara 2012, Di Dislautkan DIY

A. PENDAHULUAN

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi kemudian biasa disingkat Iptek. Iptek sangat berkaitan dengan ilmu pengetahuan yang dikuasai, cara-cara yang dikembangkan untuk dapat membantu  di dalam memulai, melakukan, dan menyelesaikan suatu pekerjaan.

Pengelolaan Sumberdaya Kelautan, upaya yang dilakukan manusia untuk dapat memperoleh manfaat dan melestarikan segala potensi yang dimiliki laut, meliputi kekayaan biota, kekayaan non hayati, termasuk jasa lingkungan lainnya. Dua kalimat pendek tersebut menjadi judul makalah yang apik setelah diberi kata ‘Peranan’ di awal kalimat yang kemudian artinya menjadi sampai seberapa jauh Iptek berperan, terlibat langsung, mewarnai hasil dalam pengelolaan Sumberdaya  Kelautan.  Judul ini menjadi lebih menarik jika muncul pertanyaan sampai seberapa jauh pengaruh implementasi Iptek dalam pengelolaan sumberdaya kelautan.

Di dalam pengelolaan sumberdaya kelautan kita harus mengacu World Environemnt anda Development (WCED) dan UU No. 4/1982, yang keduanya sangat menekankan bahwa pembangunan lingkungan hidup, termasuk pengelolaan sumberdaya kelautan harus bersifat berkesinambungan, untuk dapat meningkatkan mutu hidup baik generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

 B. POTENSI SUMBERDAYA KELAUTAN

Wilayah pesisir Indonesia panjangnya mencapai 95.181 km, dengan laut teritorial kurang lebih 3,1 juta km2. Zona Economic Exlusif Indonesia (ZEEI) seluas 2,7 km2. Wilayah itu mempunyai potensi kekayaan biota, kekayaan non hayati, termasuk jasa lingkungan lainnya yang sudah dimanfaatkan maupun yang belum tergali  secara optimal dalam pembangunan ekonomi bangsa Indonesia. Di laut Indonesia telah ditemukan dan sudah dicatat 2.500 jenis ikan, diantaranya 253 jenis ikan hias dan 132 jenis ikan bernilai ekonomi, 354 jenis ikan karang. Terdapat 14.000 jenis terumbu karang yang tersebar se-luas 60.000 km2, beberapa jenis tanaman lamun, dan 38 jenis tanaman mangrove.

Kekayaan non hayati berupa pulau pulau kecil di Indonesia sebanyak 17.499 buah, di antaranya sudah diberi nama yaitu 5.474 buah, dan sisanya, 12.025 buah  belum diberi nama ( Anonim, 2006)

Prediksi potensi ekonomi dari sumbedaya kelautan mencapai U$173.18 milyar/tahun, yang meliputi potensi perikanan U$31,93 milyar/tahun, wilayah pesisir U$50 milyar/tahun, bioteknologi U$40 milyar/tahun, wisata bahari U$2 milyar/tahun, minyak bumi  U$23,25 milyar/tahun dan trasportasi laut U$20 milyar/tahun.

 C. POTENSI ILMU PENGETAHUN DAN TEKNOLOGI

Potensi Iptek mutlak diperlukan untuk mendukung pemanfaatan potensi sumberdaya kelautan, hal ini diperlukan riset yang berlangsung secara sistematis dan berkelanjutan.

Berbagai bentuk pengelolaan sumberdaya kelautan yang implementasinya berupa pembangunan kelautan yang sekarang ini dalam bentuk: (1) Capture Fisheries and Aquaculture, (2) Marine Biotechnology, (3) Non-Living Resources, (4) Marine Transportation, (5) Sea Territory, (6) Small Island Development. Pengembangan riset dan pengembangan Iptek tersebut diharapkan mampu menjawab dan mampu mengatasi masalah nasional dalam bidang: (1) Kecukupan Pangan, (2) Kecukupan Bahan Obat dan Teknologi Kesehatan, (3) Sumber Energi Alternatif, (4) Transportasi, (5) Teknologi Informasi dan Komunikasi, dan (6) Teknologi Keamanan dan Pertahanan.

Beberapa riset yang telah dilakukan antara lain: (1) Bioteknologi, dicontohkan pembuatan obat tidur dan obat penenang dari bahan kuda laut, (2) Ekspedisi, dicontohkan ekspedisi Ikan Paus, Indonesia-WWF 2003, (3) Pengkajian Dinamika Stok Sumberdaya Ikan, (4) Pemetaan Spasial Kelautan dan Perikanan, pemetaan batas maritim, toponimi, pemetaan daya dukung lahan dan perairan, (5)Riset Perbaikan Habitat &Ekosistem, restocking jenis, (6) Kerjasama Internasional di Bidang Riset, (7) Desiminasi Hasil riset dan Iptek,  (8) Pembangunan South East Center for Ocean Research & Monitoring (SEACORM) di Perancak, Bali, dan masih banyak lagi (Anonim, 2004).

D. PERANAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Dalam pengelolaan sumberdaya kelautan peranan ilmu pengetahuan  dan teknologi masih perlu ditingkatkan. Hal ini dikarenakan sebagian  besar sumberdaya manusia yang berada di laut berpendidikan dan berpenghasilan rendah, kualitas dan kuantitas  data serta informasi yang belum memadai. Dicontohkan, karena kurangnya informasi dan data mengenai Daerah Penangkapan Ikan (DPI) yang berbasiskan pada studi dan kajian yang mendalam, mengenai karakteristik dan sifat fisik dan fenomena lainnya telah menyebabkan Operasi Penangkapan Ikan (OPI) tidak efektif, efisien, dan selektif yang menyebabkan biaya tinggi dan maslah pelestarian ikan. Juga terjadi overfishing DPI tertentu, dan masih ada DPI yang belum optimal pemanfaatannya. Diperlukan sosialisasi pemanfaatan teknologi light fishing, respon ikan terhadap stimulus cahaya yang diberikan dalam proses penangkapan ikan di laut Arimoto,(Sudirman, 2007). Masih banyak lagi Iptek yang perannya dapat di buat lebih optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2004. BRKP, Dukungan Riset dan Iptek Kelautan dan Perikanan Dalam Pelaksanaan Gerbang Mina Bahari. Jakarta.

Anonim, 2006. Majalah Samudra.

Sudirman, 2007. Peranan Iptek Dalam Pembangunan Sumberdaya Kelautan Secara Berkelanjutan.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
berbagi dengan temanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Leave a GuestBook


Note : Please do not make spam. Thank You For Giving Opinions