PERTANIAN KOTA SEBAGAI PELUANG UKM

Published By: Hari Palguna Rab, Jul 4th, 2012

A. PENDAHULUAN

Kota merupakan tempat berkumpul banyak orang dan mempunyai kepadatan populasi tinggi, baik yang menetap maupun yang tidak. Biasanya berbagai etnis, budaya, dan agama, bermacam bentuk aktivitas  tumpang tindih di sini. Berbagai aktivitas menghasilkan produksi yang bersifat bermanfaat positif, namun tentu akan dihasilkan efek negatif seperti kerawanan sosial, bermacam polusi, termasuk limbah organik.

Masalah yang dihadapi oleh masyarakat kota juga amat beragam, termasuk kebutuhan hidup, yang pada tingkat sosial yang berbeda menghadapi beban yang berbeda pula. Perbedaan beban kebutuhan hidup tersebut akan menyebabkan perbedaan pandangan tentang pemanfaatan lahan untuk pertanian.

Pada masyarakat ekonomi menengah bawah amat rentan terhadap inflasi yang biasanya dipicu oleh kenaikan harga sembilan pokok bahan makanan. Oleh karena itu diperlukan strategi agar masyarakat menengah bawah tersebut  tidak semakin terpuruk kehidupannya oleh adanya inflasi yang setiap tahun terjadi. Salah satu cara yang dapat dilakukan yakni pertanian kota.

Hasil yang diharapkan oleh keberhasilan pertanian kota yakni ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, dan dapat menciptakan peluang usaha baru pada skala keluarga atau pada skala kelompok pertanian.

B. PERTANIAN KOTA

Berbagai macam pengertian yang dapat diartikan sebagai pertanian kota, namun pada prinsipnya pengelolaan pertanian kota dapat dibagi menjadi tiga macam bentuk pengelolaan jika berdasarkan pada pertimbangan biaya dan teknologi yang digunakan. Tiga macam bentuk pengelolaan pertanian kota yaitu antara lain: pertanian kota tradisional, pertanian kota semi intensif, dan pertanian kota intensif.

Berbagai jenis komuditas yang dapat diusahakan meliputi komuditas usaha peternakan, komuditas perikanan, dan komuditas pertanian. Berdasarkan berbagai macam bentuk pertimbangan seperti ketersediaan lahan pertanian, ketersediaan air, sumber daya manusia, teknologi, sarana yang dapat disediakan untuk mencapai tujuan ketahanan pangan, ketahanan ekonomi dengan ekses negatif yang ditimbulkan paling minimal maka  jenis komuditas yang disarankan diusahakan yaitu komuditas peternakan eksotik, komuditas perikanan ikan hias dan komuditas pertanian tanaman hias dan sayuran, termasuk tanaman obat.

Berkenaan dengan Kursus Pendidikan Kewirausahaan  Masyarakat –Tahun 2012: Berwirausaha Pupuk Organik dan Aflikasiksinya yang diselenggarakan oleh LKP PPMM52 kota Yogyakarta, maka pada makalah ini hanya disampaikan usaha komuditas pertanian  tanaman hias dan sayuran, termasuk tanaman obat.  Adapun bentuk pengelolaan pertanian semi intensif telah menjadi pilihan peserta kursus.

C. BUDIDAYA TANAMAN HIAS DAN SAYURAN

Melakukan budidaya tanaman hias dan sayuran semi intensif, hal ini sesuai diusahakan oleh masyarakat perkotaan, dengan strata ekomomi menengah bawah, untuk mencapai tujuan ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi. Usaha ini dapat dilakukan pada skala rumah tangga atau kelompok pertanian. Ketersediaan lahan yang terbatas, sumber air cukup, sumberdaya manusia, limbah organik, dan sarana pendukung lainnya sebagai alasannya. Berbagai keperluan usaha budidaya tanaman hias dan sayuran, termasuk tanaman obat semi intensif. Persiapan usaha budidaya yang perlu di lakukan yaitu antara lain:

Prasarana yang berupa tempat dilakukan usaha, jalan untuk mengakses tempat usaha perlu di persiapkan secara matang. Hal ini menjadi penting karena prasarana akan menentukan jenis komuditas, besaran komuditas yang dapat dilakukan.

Sarana berupa peralatan dan bahan produksi harus dipersiapkan dahulu sebelum budidaya tanaman hias dan sayuran semi intensif dilakukan. Berbagai jenis peralatan yaitu antara lain:  angkong, cangkul, sekop, cedok, arit/jompong, gunting, gembor , semprotan dan lainmya. Berbagai jenis bahan yaitu antara lain: tempat media tanam, pupuk, obat-obatan, biji atau bibit jenis komuditas yang akan diusahan dan lainnya jika diperlukan.

Pembuatan media tanam. Media tanam ada berbagai jenis, namun yang biasa dijumpai dan mudah dilakukan yaitu campuran tanah dan pupuk organik. Namun ada juga media seperti media untuk tanaman hidroponik media yang digunakan bukan tanah sebagai media tanamnya, melainkan dapat dari arang sekam, pasir, zeolit, rockwoll, gambut (peat moss), dan serbuk sabut kelapa (cocopeat).

Pembibitan tanaman hias dan sayuran dilakukan secara terpisah pada tempat media yang berbeda dengan tempat media budidaya. Hal ini untuk mendapatkan kualitas bibit yang baik, tentu dengan cara seleksi dari sejumlah biji yang tumbuh menjadi bibit.

Tempat media budidaya atau media tanam,  ada berbagai macam yaitu sistem mulsa plastik, pot (plastik bekas, pot plastik, kaleng bekas dan lain-lain), tempat media bertingkat, tempat media vertikal. Tempat media tanam dapat juga diperoleh dari waktu pemisahan sampah, sampah an-organik dari organik. Sampah an-organik ada yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat media budidaya dan lainnya dijual, sampah organik diolah menjadi pupuk organik. Pengolahan sambah organik menjadi pupuk organik diterangkan pada judul bahasan lainnya.

Menanam bibit pada media tanam yang sudah di masukkan ke dalam media tanam, penanaman harus dengan cara yang benar dan selanjutnya dilakukan pemantauan, penyiraman sesuai kebutuhan.

Perawatan tanaman sangat dibutuhkan tanaman budidaya, baik tanaman hias maupun tanaman pangan, termasuk tanaman obat. Selama perawatan dilakukan bantuan jika diperlukan tempat merambat, misalnya untuk jenis kacang panjang, diperlukan ajir dan tali untuk tanaman lombok dan tomat dan lain sebagainya. Selain itu diperlukan pengobatan terhadap tanaman jika terserang penyakit. Jenis obat yang digunakan yakni obat kimia atau obat organik yang dapat dibuat sendiri oleh petani. Misalnya insektisida dapat dibuat dari cairan daun tembakau, fungisida dari cairan daun ketapang dan pepaya.

Pemanenan hasil, jika dalam jumlah kecil tentu untuk kebutuhan keluarga sendiri. Namun jika dalam jumlah banyak maka dapat direncakan produktivitasnya dan diperhitungkan nilai profitnya.

Akhirnya kami berharap peserta Kursus Pendidikan Kewirausahaan  Masyarakat –Tahun 2012: Berwirausaha Pupuk Organik dan Aflikasiksinya yang diselenggarakan oleh LKP PPMM52 kota Yogyakarta ini dapat melihat nilai positif setelah melakukan budidaya tanaman hias dan sayuran semi intensif di perkotaan. Maka selain tujuan ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi masyarakat menengah bawah dapat dicapai, lingkungan menjadi lebih indah, asri, dan segar karena tanaman yang diusahan telah menambah oksigen untuk mencukupi kebutuhan masyarakat kota.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
PERTANIAN KOTA SEBAGAI PELUANG UKM, 5.0 out of 5 based on 1 rating
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
berbagi dengan temanShare on FacebookTweet about this on Twitter

Leave a GuestBook


Note : Please do not make spam. Thank You For Giving Opinions