SUPAYA PETERNAK SAPI ‘RAKYAT’ TIDAK MENJERIT

Published By: Hari Palguna Rab, Feb 20th, 2013

TernakSapiKelompok1 copyPola pemeliharaan sapi skala kecil, pola pemeliharaan sapi skala rakyat untuk produksi daging, dalam satu kandang hanya diisi 1-4 ekor yang selama ini banyak dilakukan oleh petani /peternak sapi, ternyata tidak dapat dipertahankan lagi, karena tidak dapat lagi bersaing, khususnya dengan harga daging global. Berdasarkan perhitungan total biaya pokok  untuk menghasilkan satu kilogram daging sapi timbang hidup per hari sebesar Rp 36.000,-. Setara Rp 72.000 biaya produksi 1 kilogram daging sapi. Hal ini dengan asumsi asupan pakan yang bagus untuk setiap ekor sapi, 40 kilogram hijauan pakan ternak setara Rp 20.000,- dan konsentrat Rp 16.000,- produktivitas  atau penambahan  berat timbang sapi  hidup antara 0,8-1,2 kilogram per hari. Ambil rata-rata penambahan berat timbang hidup sapi 1 kg per hari. Jika harga 1 kilogram berat timbang sapi hidup Rp 40.000,- atau setara Rp 80.000,- per kilogram daging, maka dengan perhitungan biaya pakan seperti di atas, peternak hanya mendapatkan untung Rp 4.000,- per hari atau Rp 121.660,- per bulan atau Rp 1,46 juta per tahun. Perhitungan itu belum termasuk penyusutan harga kandang, lahan, air dan resiko sakit dan kematian, meski peternak juga mendapatkan tambahan penghasilan dari kotoran sapinya.  Kalau pemerintah memaksa harga daging sapi per kilogram turun hingga pada posisi seperti semula Rp 60.000,-, Setara dengan 1 kilogram berat timbang sapi hidup Rp 30.000,- ini berarti peternak dipaksa merugi Rp 6.000,- per hari, dan tentu akan menambah kesengsaraan 6,4 juta peternak sapi.

Solusi yang ditawarkan adalah merubah peternak sapi kecil, pola pemeliharaan sapi skala rakyat, dalam satu kandang hanya diisi 1-4 ekor menjadi skala komersial, yaitu: (1) Pemerintah harus memfasilitasi tumbuhnya peternakan sapi di Pulau Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara dan pulau lainnya, dari peternak rakyat menjadi menjadi industri ternak sapi nasional yang dikelola oleh rakyat, (2) pemerintah harus mendorong peternak sapi di Pulau Jawa, Bali melakukan pemeliharaan sapi secara kolektif, 40-100 peternak, memelihara sapi-sapinya  dalam kelompok koperasi, dalam kandang-kandang  di satu areal,  (3) pemerintah harus memberikan subsidi berupa bibit dan pakan kepada peternak melalui koperasi yang dibentuk oleh peternak sapi tersebut. 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 4.0/5 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
SUPAYA PETERNAK SAPI 'RAKYAT' TIDAK MENJERIT, 4.0 out of 5 based on 2 ratings
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
berbagi dengan temanShare on FacebookTweet about this on Twitter

Leave a GuestBook


Note : Please do not make spam. Thank You For Giving Opinions