TENTANG TANAMAN DAN BUAH DURIAN

Published By: Hari Palguna Ming, Des 4th, 2011

TANAMAN TROPIS

Durian merupakan tanaman buah asli Asia Tenggara, sehingga dikenal sebagai tanaman buah daerah tropik, bahkan tidak dijumpai di daerah sub-tropik. Di tanah pasundan dikenal dengan nama kadu, sedang di Jawa dikenal dengan nama duren. Kebenarannya alasan pemberian nama tersebut, durian atau duren, apa diambil dari kondisi morfologi kulit buah yang berduri, apa dari nama genus jenis tanaman buah tersebut yakni Durio. Tanaman ini dapat tumbuh baik dan berbuah dari dataran rendah hingga dataran tinggi, tepi pantai hingga pedalaman.

BIOLOGI DURIAN

Tanaman buah ini termasuk dalam familia Bombacaceae, spesies Durio zibethinus Murr.

Tanaman berupa pohon, tinggi 10-30 m, ujung ranting bersisik. Daun bertangkai, memanjang, dengan pangkal membulat dan ujung meruncing, seperti kulit, di bawah bersisik rapat. Daun penumpu cepat rontok. Daun pelindung bersatu melindungi kuncup, kemudian berbelah terbuka. Kelopak berbentuk lonceng. Daun mahkota lepas, bentuk solet memanjang, melengkung ke belakang, warna putih kuning. Benang sari banyak, dalam 5 berkas, berbentuk kipas. Buah bulat sampai memanjang, tertutup rapat oleh duri tempel yang kasar, membuka dari bagian ujung dengan 5 katup, biji diselimuti daging buah yang tipis sampai tebal, berwarna putih sampai kuning pucat, dan bahkan ada yang berwarna merah,  aromanya tajam.

MUSIM BUAH MASAK

Musim masak buah tanaman buah ini pada bulan Nopember hingga Desember, sehingga saatnya petani durian  memanen buah dan memasarkannya. Meskipun musim panen hampir bersamaan, serempak namun harga buah durian, setiap tahunnya untuk masing-masing daerah tidak pernah mengecewakan. Hampir setiap daerah mempunyai sentra durian, misalnya di Pulau Jawa ada Situbondo,  Jepara,  Kulon Progo, Bagelen,  Cianjur dan lain-lain. Di pulau Sumatera, pulau Kalimantan dan pulau Sulawesi  juga banyak terdapat sentra-sentra penghasil durian. Meskipun durian semuanya hanya termasuk dalam satu spesies Durio zibethinus Murr., namun bentuk buah durian, duri-durinya, daging buah, aroma dan cita rasanya hampir setiap daerah berbeda-beda. Menikmati memakan daging buah durian adalah pengalaman bersensasi untuk setiap buah buah berbeda, asal pohon berbeda dan juga asal daerahnya pasti juga berbeda. Cara memanen buah durian untuk setiap daerah juga berbeda-beda misalnya ada yang dipanen dengan cara memutus tangkainya, membiarkan hingga jatuh sendiri di atas tanah, atau ada juga yang memasang jaring di bawah pohon durian. Daging buah durian bisa dinikmati dengan cara memakan daging buahnya yang sudah masak, namun di beberapa daerah telah menjadikan daging buah sebagai masakan olahan dan menjadi jajan untuk oleh-oleh yakni seperti tempayak, puding, kue lempek dan lain-lain.

CARA MEMILIH BUAH DURIAN YANG MASAK

Tidaklah cukup sulit memilih buah durian yang sudah masak, beberapa cara yang disarankan yaitu antara lain: (1) lihatlah duri-durinya, di bagian pangkal duri nampak seperti melebar, (2) perhatikan pada bagian ujung buah, bagian ini tampak seperti merenggang dan akan diteruskan seperti garis ke arah tangkai, (3) pukullah dengan pisau yang tebal, buah yang masak akan berbunyi seperti perut kembung yang dipukul, (4) jika tidak ada pisau jatuhkan saja ke tanah, maka akan berbunyi buk, seperti ada ruang yang kosong, dan (5) ciumlah aromanya, buah yang masak akan berbau tajam, sedikit ada bau alkohol atau sengak.

BUDIDAYA DURIAN

Tidaklah sulit untuk memiliki tanaman durian yang berbuah, asalkan sudah tersedia tanah dengan luas yang cukup. Sekarang ini sudah banyak di jual bibit tanaman durian dengan ketinggian 1-1,5 m, yang merupakan hasil okulasi, atau tempel. Penanaman dengan pemeliharaan yang baik, air, pupuk cukup, bersih dari gulma, terbebas dari hama,  maka dapat dipastikan kurang dari 2 tahun tanaman buah durian yang anda tanam telah berbuah.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
berbagi dengan temanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Leave a GuestBook


Note : Please do not make spam. Thank You For Giving Opinions