ULTAH #50 TAHUN NASIRUN DI BBY

Published By: Hari Palguna SJP Kam, Okt 3rd, 2013

RubuhYOGYA, Lintangluku – Bertepatan di hari jadinya yang ke-50, maka pada 1 Oktober Nasirun menggelar acara pembukaan pameran di Bentara Budaya Yogya, 1-13 Oktober 2013. Oleh para seniman Yogya, ulang tahun Nasirun dirayakan secara besar-besaran, meski dengan nuansa kesederhanaan. Ada 1000 undangan yang disebar. Mereka yang hadir, di antaranya Gus Mus, Gus Yusuf, Goenawan Mohammad, Chotibul Umam, para kolektor dan tamu undangan penting lainnya.
Para tamu undangan dihibur dengan kesenian Dames, Wayang Jemblung yang berkolaborasi dengan Slamet Gundono. Tak lupa juga ada Marwoto Kawer serta Den Baguse Susilo Nugroho. Juga ada tausiyah dari Gus Yusuf serta Romo Sindhunata. Nasirun sendiri akan melantunkan kidung pujian kepada Tuhan.

“Rubuh-Rubuh  Gedang”, diangkat sebagai tema dalam pameran ini. Ada makna tersendiri pada tema ini. Kalau melihat orang menebang pohon pisang, maka akan dimulai dari atas, tengah dan kemudian bawah. Setelah itu buahnya baru diambil. “Itu kan gambaran orang bersujud mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan, kemudian apa yang kita dapatkan yang digambarkan dengan buah, kita persembahkan kepada orang sekeliling, entah itu keluarga atau orang lain. Kesadaran berbagi,” tutur Nasirun. Kidung Rubuh-Rubuh Gedang tersebut  direkam dalam sebuah CD, dan sebagai music director adalah Krishna Encik Widiyanto. Single album perdana Nasirun tersebut diproduksi Folk Mataraman Institut (FMI).

Sejalan dengan kesadaran berbagi atau dengan kata lain gotong royong, maka pada perhelatan ini Nasirun memamerkan karya 50 perupa yang melukis di atas kanvas sepanjang 50 meter. Selain itu juga dipamerkan 9 bedug, yang ditabuh oleh Slamet Gundono. Kalaupum jumlah bedug ini sembilan untuk mengingatkan keberadaan dan jasa WaliSongo.

Mengenai bedug, Nasirun bertutur, ada kesan tersendiri.  Bedug, dulunya berfungsi sebagai penanda, salah satunya adalah penanda waktu. Namun, di era modern ini, keberadaan bedug semakin punah. Padahal bedug adalah sebuah warisan yang bisa dikatakan sebagai sebuah ciri atau katakanlah karakter. “Apa artinya kita hidup di era modern kalau kemudian yang

Tradisional dipinggirkan atau dihilangkan?, “kata Nasirun.
Menyimak dari tema maupun isian acara, maka perhelatan 50 tahun Nasirun tentu penuh makna, sarat dengan pesan moral. Dari rasa bersyukur, berbagi dengan sesama dan mengedepankan toleransi, juga menjaga identitas bangsa. “Saya kira kita semua, baik seniman, budayawan ataupun negarawan punya tanggung jawab moral menjaga nilai-nilai yang muncul dalam kearifan lokal,” Tegas Nasirun. (Sumber BBY)

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 3.0/5 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
ULTAH #50 TAHUN NASIRUN DI BBY, 3.0 out of 5 based on 1 rating
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
berbagi dengan temanShare on FacebookTweet about this on Twitter

Leave a GuestBook


Note : Please do not make spam. Thank You For Giving Opinions